7 Rules of Power : Surprising—but True—Advice on How to Get Things Done and Advance Your Career



Seorang pemuda dari keluarga sederhana di Brooklyn ingin kuliah, tapi tidak punya jalan yang jelas untuk masuk.

Jadi ia melakukan sesuatu yang tidak diajarkan di brosur penerimaan mahasiswa mana pun. Ia datang begitu saja ke kantor bagian penerimaan, tanpa janji temu, dan meminta bicara langsung dengan orang yang memutuskan.

Direktur penerimaan itu terkejut. Tidak ada yang biasanya berbuat begitu. Tapi percakapan itu berakhir dengan sesuatu yang tidak ia duga: diterima kuliah, lengkap dengan bantuan biaya. Nama pemuda itu Jason Calacanis, yang kelak menjadi pengusaha dan investor teknologi.

Kisah kecil itu menyimpan pelajaran besar. Dunia tidak selalu memberi hadiah kepada mereka yang paling patuh. Sering kali, dunia memberi hadiah kepada mereka yang berani meminta, berani melanggar kebiasaan, dan tahu cara memakai kekuasaan.

Banyak orang baik tidak suka mendengar ini. Mereka ingin percaya bahwa kerja keras dan kinerja bagus saja sudah cukup. Bahwa kalau mereka rendah hati, jujur, dan menyenangkan, karier akan menanjak dengan sendirinya.

Kenyataannya tidak begitu.

Kekuasaan penting. Orang yang punya kekuasaan cenderung punya lebih banyak uang, lebih banyak kendali atas pekerjaannya, dan bahkan kesehatan yang lebih baik. Mereka juga lebih mampu mewujudkan hal-hal yang mereka anggap benar.

Kalau kekuasaan ingin dipakai untuk kebaikan, lebih banyak orang baik harus memilikinya. Dan untuk itu, ada tujuh aturan yang perlu dipahami.




Komentar

Beli Buku Saya