BACA CERPEN

Seragam yang Tak Pernah Baru

Hujan selalu membuat Raka teringat pada ibunya. Bukan karena hujan itu dingin. Melainkan karena setiap kali hujan turun, ibunya akan duduk di depan rumah, menghitung uang hasil jualan gorengan dengan jari-jari yang masih berbau minyak. Malam itu, seperti biasa, Raka duduk di sampingnya. Di atas tampah bambu tersisa beberapa tempe goreng, tahu goreng, dan bakwan yang sudah dingin. Baca selengkapnya...




Penenun Waktu di Ujung Gang

Langkah kaki Aris terasa seberat timah. Air hujan merembes masuk melalui celah sepatunya yang mulai menipis, membasahi kaos kaki dan melipat rasa dingin hingga ke tulang. Di dalam saku jaketnya, sebuah amplop cokelat berstempel perusahaan konsultan ternama telah basah di bagian sudutnya, surat penolakan kerja kelima bulan ini. Baca selengkapnya...




Komentar