Langsung ke konten utama

Postingan

Humor Gus Dur Ketika di Qatar

Satu waktu, Gus Dur menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris. Ada seorang penerjemah yang membantu untuk men translate. Waktu itu Gus Dur menyelipkan humor yang panjang lebar. Hadirin tertawa terbahak-bahak. Namun Gus Dur heran, kok terjemahannya dikit? Setelah pidato, Gus Dur pun nyamperin si penerjemah. Ia menanyakan kenapa kok terjemahannya kayak gitu? Mendapat pertanyaan itu, sang penerjemah dengan santuy menjawab; "Ya, saya hanya bilang, Presiden Abdurrahman Wahid ini sedang melucu. Harap semua hadiri tertawa." Kisah ini dimuat dalam buku Ger-geran Bersama Gus Dur (Hamid Basyaib & Fajar W. Hermawan).

Selamat Atas Puncak Pertamamu

  Memang kita belum pernah naik pesawat terbang, akan tetapi kita bisa melihat keindahan yang sama. Hanya bedanya, kaki kita tetap berpijak pada bumi. Selamat atas puncaknya, selamat atas kemenangan melawan rasa lelah, selamat atas perjuangan tanpa menyerah, dan selamat atas tangismu yang tidak sia-sia. *Ungaran 2.050 MDPL

Desaku

Ada apa dengan desaku ini, Pragmatisme sudah merajalela melebihi orang-orang kota. Kenapa dengan desaku ini, Politik dinasti dijalankan seolah tidak mau kalah dengan para elit. Bagaimana dengan desaku ini, Tidak lebih asri dari apa yang seharusnya ada pada desa.

Manis

Memang, aku adalah anak muda yang termakan kata-kata manis para politisi. Tapi tak apa, aku tidak menyesalinya. Dari sana, aku ingin menjadi sepertinya. Sejadinya, aku tak ingin menjadi sepertinya.

Demokrasi Menurut Socrates

"Satu-satunya kebijaksanaan sejati adalah mengetahui bahwa Anda tidak mengetahui apa-apa." Socrates lahir pada tahun 470 SM dan meninggal pada tahun 399 SM. Seperti warga Athena pada umumnya, ia mendapatkan pendidikan musik, puisi, dan gimnastik. Ia juga mempelajari ilmu kosmologi, fisika, astronomi, dan matematika. Pada usia 39 tahun, ia rajin berdiskusi untuk mengisi waktu senggang. Kebiasaannya ini mengundang simpati bagi yang mengagumi Socrates dan mengundang permusuhan dari orang-orang yang tersindir dengan kritik dan ide-idenya.  Para penguasa Athena pada masa itu tidak begitu suka pada pemikirannya. Melalui konspirasi yang sangat kejam, ia dibawa ke pengadilan dengan tuduhan meracuni pikiran anak-anak muda. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah mereka terusik dengan pemikiran Socrates karena dikhawatirkan akan mengganggu kekuasaan mereka. Socrates itu pun dijatuhi hukuman mati dengan cara dipaksa minum racun. Socrates dikenal tokoh filsuf yang dianggap sebagai salah s...

Keluarga Mana Yang Kau Sebut?

Tidak ada musuh abadi ataupun teman sejati karena semua hanyalah adu domba semata. Aku lebih baik meninggalkan rumah, tak apa menjadi gelandangan daripada harus satu atap, satu wadah, satu lingkungan, satu organisasi, satu komunitas, atau bahkan satu himpunan yang mana orang-orang didalamnya tidak pernah peduli pada anggota keluarganya sendiri. Lihatlah, mereka yang bekerja dengan ikhlas, mewakafkan diri untuk berbakti, memenuhi tanggung jawab yang telah di amini. Bukankah mereka juga sama denganmu dan bukankah kamu juga bersama mereka, ketika ikrar setia? Tapi mengapa kamu tega meninggalkannya, membiarkannya sendiri menyusuri jalan sunyi. Padahal kamu tahu jalan itu sangat panjang dengan halang rintang yang begitu terjal, melewati hutan yang mencekam, sungai yang dalam, serta gunung-gunung yang akan terasa berat untuk didaki sendirian.

Dengan Cinta Seharusnya Kita...

Prasasti taman temu. Aku ingin mengajakmu untuk melihat betapa baiknya tuhan menciptakan keindahan dalam hal-hal yang sederhana. Sore ini, sebentar lagi, lihatlah ke arah barat bagaimana kamu akan terpesona pada sinar yang dipancarkan sang Surya sebelum menuju gelapnya. “Senja?” Katamu. Ya, orang-orang menyebutnya senja, namun, mereka menganggap bahwa senja haruslah dinikmati di atas ketinggian. Gunung bagi sang pendaki, atap gedung bagi orang kaya, dan kafe atas angin bagi orang mewah. Jika benar demikian, sudah pasti orang yang jauh dari gunung akan kesulitan untuk menikmatinya, pun dengan orang miskin yang tidak pernah masuk ke dalam gedung karena membayangkannya pun tak kira tidak pernah, dan orang-orang sederhana seperti kita yang sayang jika uang yang dipunya hanya untuk pergi ke kafe membeli secangkir minuman yang harganya bisa sampai dua puluh lima ribu. Senja itu nikmat dari tuhan untuk semuanya, jangan mengklasifikasikan hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki hak meni...